Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Kenangan Jilat Anal Lia Sampai Berlendir

Viral Kenangan Jilat Anal Lia Sampai Berlendir

   Aopok.com - Aku lupa kapan aku mulai mimpi basah. Tapi rasa-rasanya, mimpiku itu terlambat datang dibandingkan dengan mulainya aku melakukan onani. Sejak kecil, mulai belum disunat, aku memang biasa memegang-megang batang kemaluanku bila aku bangun pagi. Aku senang merasakan ketegangannya sebelum pipis. Orangtuaku hanya tertawa dan merasa lucu dengan tingkah-lakuku itu. Itu berlanjut hingga aku sudah disunat. Walau itu tergolong onani, namun aku belum merasakan kenikmatan ejakulasi yang sesungguhnya sampai aku bertemu Ery, saudaraku dari kota lain. Ya, saat itu aku kelas lima SD. Waktu itu Ery bersama orang tuanya datang ke rumah kami. Ery sebaya denganku. Badannya agak besar dibandingkan dengan aku, tapi Ery orang yang lembut. Kami senang bermain bersama. Waktu malam tiba, aku disuruh ibuku tidur bersama Ery di kamarku.


Entah mengapa, malam semakin larut tapi kami terus bercanda, sambil saling meggelitik dan tertawa cekikikan. Lama-lama, gelitikan Ery mengarah ke pahaku, naik ke perutku, lalu tangannya dimasukkannya ke celana dalamku. Batang kemaluanku dimainkannya dengan tangannya, dengan sentuhan-sentuhan yang sangat nikmat kurasakan. Seingatku, itulah saat pertama orang lain memainkan batang kemaluanku. Batang kemaluanku itu mulai menegang, seiring denyut jantungku. Aku tidak mengerti mengapa aku saat itu hanya bisa diam sambil memejamkan mata. Ery melepas celana, dan kemudian ditariknya celana dalamku hingga ke paha sampai kemaluanku dapat berdiri tegak. Sambil berbaring dan memejamkan mata, kurasakan Ery begitu lembut mengocok kemaluanku itu. Mulutku setengah menganga, dan mendesiskan desah yang sangat dalam.Tidak lama berselang, aku merasa kenikmatan yang tiada taranya menyelimuti diriku, aku menggelinjang, dan, “Crit.. crit.. crit..” terasa ada cairan yang keluar memancar dari kemaluanku, dan meleleh hangat di paha dan perutku.
Aku menahan jeritan lirihku sambil menggigit selimut. Aku heran melihat cairan itu, berbeda dengan air kencingku. Ery bilang itu namanya air mani. Kesan pertama itu begitu melekat dalam ingatanku. Aku pun ingat, bagaimana Ery kemudian menyeka maniku dengan baju. Ery senyum, sambil menyodorkan celana kepadaku kembali. Pada saat itu, hal itu berlalu biasa saja. Kami kemudian ngantuk dan tertidur.

Esok malamnya, waktu orang tua kami mulai ngantuk, kami disuruh tidur. Aku menunggu-nunggu waktu itu, untuk main gelitikan lagi. Kemudian kuajak Ery melakukan hal yang sama seperti kemarin malam. Ery bilang, malam itu dia ingin digituin sama aku. Ery kemudian membuka celananya. Tanpa dikomando, langsung saja celana dalam katunnya kutarik sebatas lutut. Kemudian, kumainkan kemaluannya pelan-pelan. Kugoyang batangnya yang kulihat lebih panjang dan besar dibandingkan dengan kemaluanku itu. Jantungku berdesir, terasa perasaan senang yang mencekam. Aku juga suka melihatnya, karena kemaluannya sudah ditumbuhi bulu cukup lebat, sementara kemaluanku baru mulai berbulu sedikit. Ery menggeliat-geliat ketika kemaluannya menegang, kurasakan sangat keras dan hangat. Tidak lama kemudian Ery mendesah lirih, saat maninya memancar, “Ahh..” katanya.
Malam itu, aku kemudian minta dionani oleh Ery. Setelah itu kami tidur pulas.

Aku suka pergi berenang. Aku senang olahraga ini, karena walaupun melelahkan, tetapi ada kepuasan tersendiri melihat orang berpakaian minim. Aku menyukai mencuri pandang menikmati bentuk tubuh orang, cewek, terlebih cowok. Lekuk tubuh laki-laki menurutku lebih seksi dan menggiurkan nafsu seksualku. Dengan melihat sedikit tonjolan batang kemaluannya saja, sudah cukup mengobarkan nafsuku. Tidak jarang aku melakukan onani di kamar ganti selepas berenang, sambil berkhayal menikmati tubuh cewek atau cowok yang kulihat di kolam tadi. Namun, jujur saja aku termasuk orang yang penakut bila membicarakan masalah hubungan seks dengan orang lain, dan aku belum pernah berhubungan seks dengan orang lain selain peristiwa yang kualami dengan Ery itu. Aku menikmati seks dengan caraku sendiri. Onani. Lanjut baca!


Kisah Sex Kenangan Sejati di Warnet Plus Plus

Kisah Sex Kenangan Sejati di Warnet Plus Plus

   Aopok.com - Kisah ini merupakan kisah sejati buat aku di bulan April 2004. Kisahnya berawal dari seorang yang kukenal via chating dan setelah bertemu dua kali dan saling mengenal satu sama lain, Ia pun secara mengejutkan aku mengatakan bahwa dia suka sama aku. Tak tahan melihat aku di sampingnya di sebuah warnet di Makassar, Ia pun nekad melakukan oral seks setelah terangsang oleh situs porno yang dilihatnya. Berikut kisah selengkapnya.


*****

Sebut saja namanya adalah Andy, 25 tahun, tinggal di Makassar. Kami kenalan lewat chating. Setelah akrab di dunia internet, dia tak sabar untuk melihat aku langsung. Maka, janji untuk bertemu pun disepakati. Pertemuan pertama berlangsung seperti biasa-biasa saja. Kami ngobrol-ngobrol dan saling mengenal diri masing-masing. Pertemuan kedua pun berlangsung beberapa hari dari pertemuan pertama.

Dia mengajakku untuk makan siang di sebuah rumah makan di Jl. Perintis Kemerdekaan.

“Geo, aku tahu kalau kamu juga mempunyai perasaan yang sama dengan aku. Kamu kayaknya tertarik sama cowok juga!” katanya. “Oh ya?” Aku kaget karena aku merahasiakan hal ini sama Andy.
“Dari mana kakak mengambil kesimpulan itu?” lanjutku.
Sambil tersenyum menatap kedua bola mataku, ia berkata,”Aku bisa kok menebak perasaan kamu dari pandangan kedua mata kamu!,”
“Oh ya?, kamu seorang paranormal ya?,”
“Tidak, tapi aku telah menyelidiki kasus tentang gay dan seluk beluknya setahun lalu,” jawabnya.

Aku hanya diam tertunduk, ternyata apa yang aku rahasiakan sejak mulai chating itu akhirnya terungkap juga olehnya.
“Ya, kak. Aku memang memiliki perasaan itu. Tapi aku selalu menekannya dan tidak mau jadi gay,” jawabku.
“Siapa sih yang mau jadi gay? Tapi apa boleh buat keadaan membuat kita menjadi seperti itu,” lanjutnya.
“Tapi, aku nggak tahu dengan aku sendiri. Aku kok penasaran banget ingin tahu banyak tentang dunia gay,”
“Ya. Karena kamu memiliki perasaan itu. Ya kan?”
Aku hanya diam dan mengangguk-angguk. Aku kembali mengisap juice alpokat di depanku dan dia melanjutkan makan siangnya.

Ternyata pertemuan ketiga berlangsung secara tidak sengaja. Akhirnya, dia mengajak aku untuk bersama dengan dia menonton permainan sepak bola di kompleks Unhas tepatnya di pinggir danau unhas dibawah pohon. Kita duduk bernaung di bawah pohon di tengah-tengah teriknya matahari jam 14.30 sambil berbincang-bincang tukar pikiran dan berbagi pengalaman menghadapi suasana tenangnya permukaan air danau itu sembari dihembus angin sepoi-sepoi.

“Geo, Kamu pernah tidak mempunyai pacar cowok?” tanyanya.
Aku tertawa, “Nggak lah. Emang aku gila? masa cowok punya pacar cowok? itukan sudah gila namanya!,” Lanjut baca!


Kisah Seks Derita Seorang Polwan Binal 2

Kisah Seks Derita Seorang Polwan Binal 2

   Iklans.com - Setelah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya di dalam lubang vagina Handayani, Frans mulai menggenjotnya mulai dengan irama perlahan-lahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari sela-sela kemaluan Handayani yang sedang disusupi kemaluan Frans itu. Dengan irama cepat Frans mulai menggenjot tubuh Handayani, rintihan Handayani pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Frans.


“Ooh.. oh.. oohh..!” badannya terguncang-guncang keras dan terbanting-banting akibat kerasnya genjotan Frans yang semakin bernafsu.

Setelah beberapa menit kemudian badan Frans menegang, kedua tangannya semakin erat mencengkram kepala Handayani, dan akhirnya disertai erangan kenikmatan Frans berejakulasi di rahim Bripda Handayani. Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar. Bripda Handayani hanya dapat pasrah menatap wajah Frans dengan panik dan kembali memejamkan mata disaat Frans bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tubuh Handayani.

Tangis Handayani pun kembali merebak, ia nampak sangat shock. Badan Frans yang terkulai di atas tubuh Handayani pun terguncang-guncang jadinya karena isakan tangisan dari Handayani.
“Gimana rasanya Sayang..? Nikmat kan..?” ujar Frans sambil membelai-belai rambut Handayani.
Beberapa saat lamanya Frans menikmati kecantikan wajah Handayani sambil membelai-belai rambut dan wajah Handayani yang masih merintih-rintih dan menangis itu, sementara kemaluannya masih tertancap di dalam lubang vagina Handayani.

“Makanya jangan main-main sama gue lagi ya Sayang..!” sambung Frans sambil bangkit dan mencabut kemaluannya dari vagina Handayani.
“Ayo siapa yang mau maju, sekarang gil..” ujar Frans kapada teman-temannya.
Belum lagi Frans selesai bicara, Fredi sedari tadi di sampingnya sudah langsung mengambil posisi di depan Handayani yang masih lemas terkulai di kursi sofa. Beberapa orang yang tadinya maju kini mereka mundur lagi, karena memang Fredi adalah orang kedua dalam geng ini.

Fredi yang berumur 38 tahun dan berperawakan sedang ini segera melepaskan celana jeans kumalnya, dan kemudian naik ke atas sofa serta berlutut tepat di atas dada Handayani. Kemaluannya yang telah membesar dan tidak kalah gaharnya dengan kemaluan Frans kini tepat mengarah di depan wajah Handayani. Handayani pun kembali membuang wajah sambil memejamkan matanya. Fredi mulai memaksa Handayani untuk mengoral batang kejantanannya. Tangannya yang keras segera meraih kepala Handayani dan menghadapkan wajahnya ke depan kemaluannya.

Setelah itu kemudian Fredi memaksakan batang kejantanannya masuk ke dalam mulut Handayani hingga masuk sampai pangkal penis dan sepasang buah zakar bergelantungan di depan bibir Handayani, yang kelagapan karena mulutnya kini disumpal oleh kemaluan Fredi yang besar itu. Fredi mulai mengocokkan batang penisnya di dalam mulut Handayani yang megap-megap karena kekurangan oksigen. Dipompanya kemaluannya keluar masuk dangan cepat hingga buah zakarnya memukul-mukul dagu Handayani.

Bunyi berkecipak karena gesekan bibir Handayani dan batang penis yang sedang dikulumnya tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Fredi yang sedang mengerjainya makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan wajah Handayani. Batang penisnya juga semakin cepat keluar masuk di mulut Handayani, dan sesekali membuat Handayani tersedak dan ingin muntah.

Lima menit lamanya batang penis Fredi sudah dikulumnya dan membuat Handayani makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Fredi pun mengejan keras dan Fredi menumpahkan spermanya di rongga mulut Handayani. Hal ini membuat Handayani tersetak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar namun pegangan tangan Fredi di kepalanya sangat keras sekali, sehingga dengan terpaksa Handayani menelan sebagian besar sperma itu.
“Aaah..,” Fredi pun mendesah lega sambil merebahkan badannya ke samping tubuh Handayani.

Segera Handayani meludah dan mencoba memuntahkan sperma dari rongga mulutnya yang nampak dipenuhi oleh cairan lendir putih itu. Belum lagi menumpahkan semuanya, tiba-tiba badannya sudah ditindih oleh Yonas yang dari tadi juga berada di samping.
“Ouuh..,” Handayani mendesah akibat ditimpa oleh tubuh Yonas yang ternyata telah telanjang bulat itu.
Kini dengan kasarnya Yonas melucuti baju seragam Polwan yang masih dikenakan Handayani itu. Tetapi karena kedua tangan Handayani masih diikat ke belakang, maka yang terbuka hanya bagian dadanya saja. Lanjut baca!


Kisah Seks Derita Seorang Polwan Binal 1

Kisah Seks Derita Seorang Polwan Binal 1

   Tradingan.com - Bripda Handayani, 20 tahun, adalah seorang anggota Bintara Polwan yang baru dilantik beberapa bulan yang lalu. Handayani atau sering dipanggil Yani itu memiliki wajah yang cukup cantik, berkulit putih dengan bibir yang merah merekah, tubuhnya kelihatan agak berisi dan sekal. Orang-orang di sekitarnya pun menilai wajahnya mirip dengan artis Desy Ratnasari.


Banyak orang menyayangkan dirinya yang lebih memilih profesi sebagai seorang polisi wanita daripada menjadi artis atau seorang foto model. Maklumlah, dengan penampilannya yang cantik itu Handayani memiliki modal yang cukup untuk berprofesi sebagai seorang foto model atau artis sinetron.

Tinggi badannya 168 cm dan ukuran bra 36B, membuat penampilannya makin menggairahkan, apalagi ketika ia mengenakan baju seragam dinas Polwan dengan baju dan rok seragam coklatnya yang berukuran ketat sampai-sampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas menembus dan menghias kedua buah pantatnya yang sekal. Karena ukuran roknya yang ketat, sehingga saat ia berjalan goyangan pantatnya terlihat aduhai. Semua pria yang berpikiran nakal pastilah ingin mencicipi tubuhnya.

Pada suatu malam sehabis lembur, sekitar jam 10 malam ia berjalan sendirian meninggalkan kantor untuk pulang menuju ke mess yang kebetulan hanya berjarak sekitar 600 meter dari Markas Polda tempatnya berdinas. Dia merasakan badannya amat lelah akibat seharian kerja ditambah lembur tadi, sekujur tubuhnya pun terasa lengket-lengket karena keringat yang juga membasahi seragam dinas yang dikenakannya.

Dengan berjalan agak lambat, kini tibalah Handayani pada sebuah jalan pintas menuju ke mess yang kini tinggal berjarak 100 meter itu, namun jalan tersebut agak sunyi dan gelap. Tiba-tiba tanpa disadarinya, sebuah mobil Kijang berkaca gelap memotong jalan dan berhenti di depannya. Belum lagi hilang rasa kagetnya, sekonyong-konyong keluar seorang pemuda berbadan kekar dari pintu belakang dan langsung menyeret Bripda Handayani yang tidak sempat memberikan perlawanan itu masuk ke dalam mobil tersebut, dan mobil itu kemudian langsung tancap gas dalam-dalam meninggalkan lokasi.

Di dalam mobil tersebut ada empat orang pria. Bripda Handayani diancam untuk tidak berteriak dan bertindak macam-macam, sementara mobil terus melaju dengan cepat. Handayani yang masih terbengong-bengong pun didudukkan di bagian tengah, diapit 2 orang pria. Sementara mobil melaju, mereka berusaha meremas-remas pahanya. Tangan kedua lelaki tersebut mulai bergantian mengusap-usap kedua paha mulus Handayani.

Naluri polisi Handayani kini bangkit dan berontak. Namun belum lagi berbuat banyak, tiba-tiba lelaki yang duduk di belakangnya memukul kepala Handayani beberapa kali hingga akhirnya Handayani pun mengakhiri perlawanannya dan pingsan. Lanjut baca!


Viral Kisah Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 4

Viral Kisah Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 4

  Topoin.com - Karena putri Dwimurni tidak dapat berbincang-bincang dengan pria yang ditaksirnya, maka ia kembali kekamarnya. Pada malam harinya ia mendengar bahwa perwira Chen Mien telah selesai mengajar ayahnya bermain permainan penguasaan wilayah (salah satu dari permainan China kuno yang mirip dengan catur). Chen Mien pun telah kembali ke kamarnya. Putri Dwimurni mengetahui bahwa itu adalah malam terakhir baginya untuk bertemu dengan sang kekasih.


Ia-pun pergi ke kamar Chen, namun sampai tengah perjalanan di dalam istana, ia merasa malu dan kembali ke kamarnya. Ia terus-terusan gelisah karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan, maka setelah lama kemudian akhirnya ia berdiri dari ranjangnya dan memutuskan untuk menjengguk perwira Chen untuk yang terakhirnya.

Sesampainya ia dipintu kamar sendiri, di bukalah pintu itu dan tiba-tiba seorang pembantunya dataang dengan wajah penuh darah dan cabikan golok. Putri Dwimurni pun kaget dan berteriak.

“Putri, cepat kabur, pasukan Narwajo sudah berada dalam istana ini” kata pembantu itu, kemudian ia jatuh ke tanah dan mati seketika.

Putri Dwimurni segera lari keluar dari kamarnya dan menuju taman istana. Disana ia melihat ratusan tentara berperang dan mayat panglima Lorosawe terbaring diatas pancuran air taman.

“Ayah!!” teriak Dwimurni sambil menangis.

Kemudian ia sadar kalau di belakangnya ada seorang jahat, besar, dan penuh dengan otak busuk, berdiri dibelakanganya.

“Salam putri, Namaku Pamong, perwira tinggi yang paling dipercayai oleh panglima Narwarjo dalam melaksanakan setiap tugas.”

Pria itu badannya gendut sekali dan tingginya mencapai lebih dari dua meter. Ia lalu mengangkat golok besarnya dan bersiap untuk menghancurkan Dwimurni berkeping-keping. Tiba-tiba sebuah panah melesat menusuk lengan Pamong. Ternyata perwira Chen Mien telah datang dengan menaiki sebuah kuda. Ia melesat cepat dan mengendong putri Dwimurni ke atas kuda. Lalu mereka pun kabur sampai keluar istana.

Ratusan tentara mencoba mengejar dan membunuh mereka berdua, namun Chen Mien berhasil melindungi putri cantik itu sampai ke hutan. Namun tiba-tiba puluhan tentara bayaran muncul secara tiba-tiba didalam hutan itu. Karena harus melindungi putri itu, maka Chen Mien banyak menerima sabitan tombak dan pedang. Baju perang Chen terkoyak-koyak dan banyak darah mengalir keluar. Chen Mien terus bertahan sampai akhirnya puluhan orang itu berhasil dibunuh semua.

Putri Dwimurni duduk di depan Chen Mien dan dipeluk dari belakang agar aman. Pelukan hangat itu membuat putri Dwimurni merasa nyaman, lalu putri itu mendekatkan kepalanya ke dada Chen. Perwira Chen Mien lalu melihat wajah putri yang cantik dan terkena sinar bulan itu dengan pandangan yang hangat. Namun tiba-tiba perwira gendut Pamong muncul dengan ratusan tentara berkuda dari belakang. Chen lalu berkuda dengan kecepatan tinggi sampai keluar dari hutan itu.

Setelah sesaat kemudian perwira Pamong pun berhasil keluar dari hutan itu, namun ia tiba-tiba terdiam karena di depan hutan itu ada ribuan tentara Wijaya yang dipimpin oleh perwira Suwongso.


“Chen Mien, pergilah ke perkemahan sekarang, biar cecurut ini aku yang tangani”.

Chen Mien pun melesat cepat kabur. Badan Suwongso hampir sama besar dengan perwira Pamong. Karena mereka berdua mempunyai gengsi yang sama, maka mereka berdua turun dari kuda dan duel satu lawan satu, tanpa menggunakan senjata. Perkelahian mereka berdua disaksikan oleh ribuan tentara secara kagum. Dua perwira raksasa bergulat di bawah sinar rembulan berlangsung sangat seru. Tanah dan pasir pun terangkat dan teriakan mereka berdua membuat binatang-binatang disekitar kabur ketakutan. Mereka saling meninju dan membanting. Lanjut baca!


Viral Kisah Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 3

Viral Kisah Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 3

  Tradingan.com - Kini jendral Subodai berada dalam masalah besar. Ia tidak sanggup menahan malu di depan perwira Baatur.

“Aku memang makhluk tak berguna. Aku rela mencemarkan namaku dan tidak menaati perintah Ka-Khan (atau Kubilai Khan) hanya demi seorang wanita,” kata Subodai dengan kepala tertunduk.
“Setiap orang pasti dapat berbuat salah. Namun yang Jendral perbuat hanyalah kesalahan kecil. Cinta memang patut diperjuangkan,” jawab Baatur.


Mendengar hal itu Subodai kaget dan mengankat kepalanya. Baatur lalu melanjutkan,

“Aku sebagai perwira tentara Monggol, mengabdi setia kepada Jendral sejak dulu. Harap Jendral dapat mempercayakan hamba dalam menjaga rahasia ini. Namun sangat disayangkan bukan hanya hamba yang tahu akan rahasia ini”.
“Meng.. Chi..,” kata Subodai dengan suara pelan.

Sementara itu di perkemahan tentara Wijaya, Panglima Wijaya menugaskan perwira Chen Mien untuk memimpin tiga ratus pasukan untuk menyerang pasukan pemberontak yang dipimpin oleh panglima Nawarjo. Pada malam itu juga Chen Mien langsung berangkat dengan misi serangan mendadak ke perkemahan musuh.

Dahulu pada saat raja Kertanegara meninggal, banyak jendral lain yang kabur dan membentuk pasukan tersendiri. Negeri Kertanegara terbagi menjadi empat bagian. Yang pertama adalah negeri selatan yang dipimpin oleh panglima Tanjung Palaka. Yang kedua adalah negeri barat yang dipimpin oleh panglima Lorosawe. Yang ketiga berada di sebelah timur, berbatasan dengan kerajaan Kediri, dipimpin oleh panglima Nawarjo yang kuat dan haus perang. Dan yang terakhir adalah negeri utara Jawa yang dipimpin oleh panglima Wijaya.

Serangan pada malam hari itu ditujukan untuk merebut negeri timur sehingga tentara Wijaya dapat menyerang kerajaan Kediri dengan mudah. Perwira Chen Mien melakukan sistem formasi barisan gerak cepat, sehingga pasukan Chen Mien melewati perbatasan negeri Timur sebelum fajar. Saat matahari mulai menampakan dirinya, perwira Chen Mien telah sampai di depan gerbang benteng Nawarjo, namun tiba-tiba gerbang benteng terbuka dan sekitar tiga ribu tentara menyerang keluar.

Chen Mien sadar kalau panglima Nawarjo telah mengetahui serangan mendadak. Chen Mien segera memerintahkan tiga ratus tentaranya untuk mundur, tetapi dari belakang terlihatlah sekitar dua ribu pasukan yang dipimpin panglima Tanjung Palaka menyerang untuk membantu Nawarjo. Ternyata Nawarjo telah membentuk persekutuan dengan Tanjung Palaka dan Lorosawe sejak lama. Chen Mien memerintahkan tentaranya untuk melakukan serangan puputan ke arah Nawarjo.


Serangan menggila itu berhasil dan Chen Mien hampir memenggal kepala Nawarjo, namun Tanjung Palaka dengan menaiki kuda hitam datang pada saat yang tepat dan menahan tombak Chen Mien. Melihat hal itu Nawarjo segera kabur ke dalam benteng dan mengunci gerbangnya. Tiga ribu tentara Nawarjo dibiarkan berperang diluar membantu Tanjung Palaka. Keadaan begitu kacau dan duel diantara Tanjung Palaka dan Chen Mien berlangsung seru.

Chen Mien langsung melempar tombaknya ke arah Tanjung, namun tombak itu berhasil di elakkan. Tiba-tiba tombak yang dilempar itu tertarik kembali ke tangan Chen Mien, rupanya ujung belakang tombak itu diikat tali, sehingga Chen Mien meraik kembali tombak itu dan mengayunkan secara kuat ke arah Tanjung. Ayunan itu berhasil memukul kepala Tanjung sehingga ia pingsan dan dilarikan tentaranya. Lanjut baca!


Viral Kisah Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 2

Viral Kisah Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 2

  Aopok.com - Setelah Ayu meninggalkan ruangan itu, Subodai pun berjalan kembali ke kamarnya. Pada saat ia kembali kekamar, ia hanya duduk dikursinya dan terus membayangi kecantikan wajah dan kemolekan tubuh Ayu. Tanpa disadari seorang tentara mengetuk pintu kamar sang Jendral dan berkata bahwa makan malam telah tiba.

Jendral Subodai baru sadar bahwa ia benggong di kamar sendirian selama dua jam. Maka ia-pun bangkit dari kursinya dan mengikuti makan malam bersama para tentaranya. Pada saat ia makan malam, Subodai terlihat agak kurang nafsu makan dan hanya duduk terbenggong. Meng Chi melihat wajah Subodai dari samping dan tersenyum.


“Jendral, makanan yang terlampau dingin, tidak enak untuk dicicipi” kata Meng Chi.

Subodai terkejut dan baru sadar kalau ribuan tentara sedang memandangnya. Salah satu perwira Subodai yang setia bernama Baatur berkata kepada Jendral Subodai,

“Jendral, ada apa gerangan? Mengapa Jendral terlihat aneh malam ini? Apakah ada masalah besar?”
Subodai bertambah malu dan tidak bisa mengutarakannya, lalu ia tiba-tiba berkata,
“Benar katamu, Aku sedang binggung dalam suatu masalah. Oleh sebab itu, Setelah makan malam, aku akan mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah ini.”

Para tentara itu pun akhirnya melanjutkan makan malam mereka. Meng Chi tersenyum dan berpikir,
“Kau memang bisa menutup rahasia ini dari prang-orang bodoh. Tapi aku bukanlah orang bodoh yang kau kira. Ikan yang busuk, sebagaimana ditutupi, baunya pasti akan tercium juga”.

Setelah makan malam, semua tentara menghadiri pertemuan. Subodai pun berkata,

“Kita ditugaskan oleh Ka-Khan (atau Kaisar Kubilai) untuk menghancurkan kerajaan Kertanegara, namun kerajaan lemah itu telah hancur sebelum kita tiba. Sekarang ada seorang panglima yang bernama Wijaya menawarkan kita untuk bekerja sama dalam menaklukan kerajaan raksasa Kediri dan puluhan kerajaan kecil lainnya. Apabila kita menang, kita akan dihadiahkan setengah dari tanah Jawa. Sekarang aku sedang binggung apakah kita lebih baik kembali ke Monggolia dan melapor semua hal ini kepada Ka-Khan atau kita membantu panglima Wijaya untuk menguasai tanah Nusantara.”

Lalu serentak para tentara itu berteriak,
“Kuasai Nusantara! Kami sudah bosan makan dan tidur. Sudah puluhan tahun kami tidak berperang, Ha ha..”
Mendengar hal itu Jendral Subodai berkata,
“Tapi bukankah itu berarti kita mengabaikan perintah Ka-Khan dan bertindak sendiri?”
Mendengar hal para tentara langsung terdiam. Meng Chi langsung berkata,
“Kalau kita menghancurkan negeri lain, bukankah Ka-Khan akan lebih senang. Tanah Nusantara dapat menjadi hadiah yang sangat istimewa untuk Ka-Khan”.
Para serdadu langsung berteriak setuju kepada ide panglima Meng Chi. Jendral Subodai tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menyetujui hal itu. Namun dalam hatinya ia-pun senang karena ia dapat bertemu dengan Ayu.


Setelah pertemuan selesai, semua tentara dibubarkan dan kembali ke pos masing-masing. Pada malam itu diperkemahan panglima Wijaya juga diadakan rapat militer. Terlihat seorang perwira gagah berbaju panjang terbuat dari sutra dan bergambarkan naga terbang yang mencari bola api. Perwira itu bermata tajam dan berwajah tampan. Namanya adalah Chen Mien. Ia adalah tangan kanan panglima Wijaya. Disamping panglima Wijaya ada seorang perwira brewok yang besar dan gagah perkasa. Tinggi perwira itu mencapai lebih dari dua meter. Tubuh perwira itu penuh dengan otot dan bulu didadanya. Nama perwira itu adalah Suwongso. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia